Tampilkan postingan dengan label MATERI IBD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI IBD. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012


    [tUGAS SOFTSKILL]
ILMU BUDAYA DASAR
Manusia Dan Tanggung Jawab
Mariana Fitria
Kelas : 1EA09
  NPM : 14211298



Manusia dan Tanggung Jawab


Sering kali kita mendengar kata-kata tanggung jawab. Tanggung jawab itu apa??? Menurut saya sendiri pengertian dari tanggung jawab itu adalah suatu tingkah laku menanggung perbuatan dimana orang tersebut melakukan perbuatan baik disengaja ataupun tidak.
Setiap kita melalukan suatu kegiatan, kita harus menaggung apa yang kita lakukan, bila ada kesalahan.
Tanggung jawab yang baik adalah bisa menerima semua resikonya yang dialami.

Ø  Macam-macam Tanggungjawab :
1. Tanggungjawab terhadap diri sendiri
2. Tanggungjawab terhadap Keluarga
3. Tanggungjawab terhadap masyarakat
4. Tanggungjawab terhadap bangsa / negara
5. Tanggungjawab terhadap Tuhan

Contoh tanggung jawab dari seorang Ayah adalah beliau merupakan seorang yang bertanggung jawab terhadap keluarganya menjadikan keluarga yang harmonis dan ayah juga yang meencari nafkah untuk keluarga begitu besar perjuangan seorang ayah dalam keluarga. Tanggung jawab seorang ayah diibaratkan sebagai tanggung jawab yang utama. Seorang ayah kalau saja tidak mempunyai rasa tanggung jawab keluarga, mungkin keluarga itu tidak akan harmonis dan selalu berselisih paham, mengakibatkan perceraian ataupun dendam. 

Kita juga memiliki tanggung jawab yaitu sebagai pelajar atau mahasiswa kita harus bertanggung jawab terhadap masa depan kita sendiri, kita yang menentukan bagaimana kedepannya mau jadi apa kita ini. Tanggung jawab belajar dan mempertambah ilmu pengetahuan agar dapat mencapai cita-cita.

Pengabdian dan Pengorbanan
Wujud tanggungjawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pegorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih sayang, norma, atau satu ikatan dari semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjaab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencapai kebutuhan, hal itu berarti mengabdi keapada keluarga. Manusia tidak ada dengan sendirinya, tetapi merupakan mahluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada uhan, dan merupakan perwujudan tanggungjawab kepad Tuhan.

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarati pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung keikhalasan yangtidak menganadung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesame kawan sulit dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya, tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepaa sesame teman..

Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran dan perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan sja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk pada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk pada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

Oleh karena itu kita harus tanamkan rasa tanggung jawab dimulai dari diri kita sendiri. Karena mempunyai peran yang sangat penting bagi diri sendiri dan orang lain sekitar kita. Setelah menanamkan rasa tanggung jawab pada diri kita, kita juga dapat merasakan manfaatnya dari sikap tanggung jawab tersebut.

Selasa, 10 Januari 2012


                     [tUGAS SOFTSKILL]
ILMU BUDAYA DASAR
Manusia Dan Keadilan
Mariana Fitria
Kelas : 1EA09
NPM : 14211298




Manusia dan Keadilan

Kehidupan setiap manusia dalam aktifitasnya sehari-hari kadang sering mendapat perlakuan tidak adil atau sebaliknya. Setiap manusia pasti ingin berbuat kebaikan seperti jujur. Tapi kadang untuk melakukan sebuah kejujuran tidaklah mudah karena terdapat permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang disebabkan oleh berbagai sebab seperti situasi, permasalahan, dan sikap moral seseorang.
                                  
Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.

Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.

MACAM-MACAM KEADILAN :

Ø  Keadilan Legal Atau Keadilan Moral
 Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.
 Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk member tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik.
Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak keserasian.

Ø  Keadilan Distributif
 Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).

Ø  Keadilan Komutatif
 Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

Ø  Kejujuran
 Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Ø  Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat asepk tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.

Ø  Pemulihan Nama Baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.

Ø     Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

Opini:
Menurut saya suatu kejujuran itu adalah keadaan dimana seseorang memiliki kesadaran penuh untuk mengetahui dan menanggung konsekuensi dari akibat dari suatu perbuatan yang telah dilakukannya. Sedangkan kecurangan itu adalah kebalikan dari sikap kejujuran tersebut.
Terkadang manusia lupa akan tuganya untuk bersikap adil dalam memutuskan suatu perkara benar apa salahnya. Contoh ketidakadilan di Indonesia adalah korupsi yang terjadi di Indonesia. Korupsi yang terjadi mengakibatkan masyarakat Indonesia mengalami kemiskinan. Kemiskinan itu terjadi akibat ketidakadilan Pemerintah terhadap hukum yang berlaku
Sikap adil harus dimiliki oleh setiap orang, karena sikap adil dapat membantu kita dalam keadaan untuk memilih mana yang benar ataupun mana yang salah. Dalam memilih subuah keputusan kita harus adil, jangan sampai dalam memilih keputusan tidak adil, karena dapat mengakibatkan permusuhan antara kedua belah pihak.
Salah satu cara untuk bersikap adil itu harus dimulai dari diri sendiri dengan membedakan mana yang salah dan benar untuk hal sepele dulu, dengan begitu akan tercipta suatu keadilan.

Selasa, 15 November 2011


[tUGAS SOFTSKILL]
ILMU BUDAYA DASAR
Manusia Dan Keindahan
Mariana Fitria
Kelas : 1EA09
NPM : 14211298



            Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Dengan adanya nafsu, akal, dan hati manusi tersebut tidak dapat dipisahkan dengan keindahan. Dengan akal yang diberikan oleh Tuhan, manusia setidaknya memiliki keinginan untuk dirinya sendiri untuk menciptakan hal yang baru.Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika.
            Keindahan dapat menginspirasikan kita akan sebuah seni. Keindahan dapat dicontohkan antara lain: keindahan alam, keindahan lukisan, keindahan tarian, dll. Keindahan dapat dibedakan menjadi 2 bentuk, yaitu: keindahan sebagai kualitas abstrak dan keindahan sebagai benda tertentu. 









   










Ø  Pengertian Keindahan
            kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara warna, dan sebagainya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian dari hidup manusia.
            Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.
keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah.    Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kaang dicampuradukkan saja.

Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian yaitu :
a.      keindahan dalam arti luas
            Keindahan dalam arti luas dapat dijelaskan bahwa sesuatu yang mempunyai nilai atau ciri khas yang menarik dan dapat dilihat merupakan makna dari keindahan. Keindahan mencetak suatu seni yang elok dan rupawan. Seni yang terkandung dalam makna keindahan dapat berwujud benda ataupun abstrak. keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Dalam arti estetis keindahan bias berdasarkan penglihatan, pendengaran, jadi keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
o   Keindahan seni
o   Keindahan alam
o   Keindahan moral
o   Keindahan intelektual

b.      keindahan dalam arti estetis murni
            Keindahan dalam arti estetik murni Yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya. Estetika adalah suatu ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Arti luas mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa.

c.       keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan
            Keindahan dalam arti terbatas Yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna. Keindahan ini lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda- benda yang di serapnya dengan indra penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna.

jadi kesimpulan dari arti keindahan itu tersendiri adalah bahwa keindahan tersusun dari keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata.


Ø  Nilai Estetik
nilai estetik ialah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan. Yang terdiri dari nilai moral, nilai ekonomik, niloai pendidikan, dan sebagainya.

Ø Perbedaan Nilai Ekstrinsik dan Nilai Instrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau pembantu. Contohnya adalah tari-tarian Darma-minakjinggo, tarian itu merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu adalah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik. Jadi nilai instrinsik itu nilai yang terkandung dalam suatu benda atau sarana tersebut.

Ø  Kontemplasi dan Ekstansi
                Keindahan dapat digolongkan menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi.
 Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan. Dalam kehidupan sehari-hari orang mungkin berkontemplasi dengan dirinya sendiri atau mungkin juga dengan benda-benda ciptaan Tuhan atau dengan peristiwa kehidupan tertentu berkenaan dengan dirinya atau di luar dirinya.
            Di kalangan umum kontemplasi diartikan sebagai aktivitas melihat dengan mata atau dengan pikiran untuk mencari sesuatu dibalik yang tampak atau tersurat misalnya, dalam ekspresi seseorang sedang berkontemplasi dengan bayang-bayang atau dirinya dimuka cermin.
Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
            Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi merupakan faktor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena derajat atau tingkat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda.

Ø  Teori – teori dalam Renungan
            Renungan berasal dari kata renung yang berarti berdiam diri dan memikirkan sesuatu dalam kurun waktu tertentu. Renungan atau merenung yang biasanya orang mengatakan bahwa setiap orang yang merenung pasti memikirkan sesuatu yang membuat dirinya penasaran atau ingin tahu. Didalam renungan terdapat beberapa teori, diantaranya:   
o   Teori Pengungkapan : Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Pengungkapan berwujud sebagai gambaran angan-angan yang berarti menciptakan suatu karya seni dalam dirinya tanpa poerlu adanya kegiatan jasmaniah keluar.
o   Teori Metafisik
Teori seni yang bercotak metafisik  merupakan salah satu contoh teori yang tertua,  yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Paa taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi
o    Teori Psikologis :
Teori seni yang dilihat dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptaannya dengan menggunakan metode-metode psikologis. Dapat juga diartikan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuh keinginan bawah sadar dari seorang seniman.

Keserasian adalah hubungan antara suatu unsur dengan unsur yang lain dan saling bekaitan diantara keduanya. Tidak hanya renungan saja yang mempunyai teori, tetapi keserasian juga mempunyai teori, antara lain:
o   Teori Objektif yaitu keindahan yang menciptakan estetika bersifat yang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan. Pendukung teori objektif yaitu Plato dan Hegel.
o   Teori Subjektif yaitu bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda yang tidak ada, yang ada hanya perasaan diri seseorang yang mengamati suatu benda disekelilingnya.
o   Teori Perimbangan yaitu keindahan hanyalah kesan yang subjektif sifatnya dan keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan.


Ø  Sebab Manusia Menciptakan Keindahan
Manusia menciptakan suatu keindahan itu karena beberapa faktor, yaitu :
1.    menciptakan tata nilai yang telah usang
2.    Karena adanya kemerosotan zaman
3.    Faktor penderitaan manusia
4.    Faktor keagungan Tuhan

Kita harus bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan kita sebagai manusia yang memiliki segala bentuk keindahan yang sempurna yang tidak dimiliki oleh makhluk Tuhan yang lainnya. Janganlah kita merusak keindahan yang telah dianugrahkan kepada setiap insan manusia, dan janganlah pula kita merusak keindahan terhadap makhluk-makhluk Tuhan yang lainnya. Keindahan adalah ciptaan Tuhan, oleh karena itu manusia harus berupaya menjaga dan merawat keindahan yang telah ada. Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan.


Sumber : e-book MKDU Ilmu Budaya Dasar Universitas Gunadarma



                     [tUGAS SOFTSKILL]
ILMU BUDAYA DASAR
Manusia Dan Penderitaan
Mariana Fitria
Kelas : 1EA09
NPM : 14211298




Manusia dan Penderitaan

Manusia memiliki dua sisi yaitu sisi bahagia dan sisi penderitaan. Kadang manusia bisa merasakan kebahagiaan dan ada saat juga manusia merasakan penderitaan. Penderitaan dan kebahagiaan memiliki keterikatan. Manusia diciptakan oleh Allah dan terlahir ke dunia dengan diberkan berbagai macam kelebihan dibandingkan mahkluk lainnya, salahsatunya ialah perasaan atau emosi jiwa. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Identitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada  yang  berat  dan  ada  yang  ringan.  Peranan  individu  menentukan  berat-tidaknya intensitas  penderitaan. 

v  Pengertian Penderitaan
             Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat berupa lahir atau batin. Atau lahir batin. 
            Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat – tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap sebagai suatu penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan suatu energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagian




           
v  Pengertian Siksaan
            Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.
Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dan sebagainya.
            Siksaan atau penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu.

v  Kekalutan Mental
            Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Gejala-gejala orang yang mengalami kekalutan mental, yakni :
·         Jasmaninya sering mengalami pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
·         Jiwanya sering menunjukan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.

Banyak gangguan kejiwaan yang muncul pada kehidupan manusia yang diawali dengan rendahnya kecerdasan emosi yang tidak mampu mengendalikan dorongan emosionalnya, membebani jiwa dengan pikiran, perasaan dan perbuatan yang terus menerus menggangu kesehatan jiwa dan raga.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan, antara lain:
·         Gangguan kejiwaan akan nampak dalam gejala kehidupan penderitanya
·         Usaha mempertahankan diri dilakukan dengan cara negatif
·         Kekalutan merupakan titik patah, dan yang bersangkutan mengalami disorder

Kekalutan mental yang dapat di alami oleh seseorang disebabkan oleh berbagai faktor yang ada disekitarnya, dalam hal ini termasuk faktor-faktor internal atau dari dalam orang itu sendiri maupun faktor eksternal atau hal-hal yang ada di lingkungan sekitarnya. 

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, yaitu:
·         Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani yang kurang sempurna
·         Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan dan yang ada dalam masyarakat.
·         Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.

Proses kekalutan mental, yaitu:
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorong ke arah,
·         Positif : Trauma yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup 
·         Negatif : Trauma yang dialami diperturutkan, sehingga yang bersangkuta mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkannya. 

            Orang yang menderita adalah orang yang mengalami suatu peristiwa yang sangat menyakitkan yang tidak diharapkannya atau tidak diduganya. Dan memang itulah salah satu ciri atau karakteristik dari penderitaan yaitu penderitaan datang menimpa kita di saat kita tidak siap.
            Penderitaan, memang tak hanya terjadi lantaran perang ataupun tingkah manusia agresif lainnya. Banyak hal yang sebenarnya yang bisa menjadi penderitaan manusia, bencana alam, musibah atau kecelakaan, penindasan, perbudakan, kemiskinan dan lain sebagainya. Penderitaan  akan  dialami  oleh  semua  orang,  hal  itu  merupakan risiko  hidup.